Tampilkan postingan dengan label ANTOLOGI PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ANTOLOGI PUISI. Tampilkan semua postingan

PUISI AYU HANSAH



DAN BEGITULAH: MENGUBUR TANYA

kebohongan macam apa?
membatu menderu memfosil dan menghilang tanpa bias
kini kata-kata jadi kering tersapu hanyut dalam ragu
kukepingkan sebaris kata tanpa koma aneka tanda dan aksara
terjemahkan sendiri dalam kerianganmu
masing-masing menyebut mengubur tanya

di sini terbisik keraguan
mencekam memberontak malu-malu mengadu hempas dalam buntu
masih kueja sendiri
kusangsikan hati penuh sayap kelabu
dan kau terbangkan kebenaran
jadi sekelam itukah?
jadi sekejam itukah?
payah hampa membisik mengguyurkan titik-titik gerimis
dan begitulah membingkai hatiku yang sunyi dalam bentuk yang paling sunyi.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

PUISI AYU HANSAH



KESALAHAN TERBESARKU


kesalahan terbesarku adalah
menggantungkan diri pada tiang-tiang yang jemu
bermandi kupu-kupu tanpa madu

aku cuma kerikil, arang, dan lampu-lampu
dengan bias pilu
dan inilah aku
senantiasa menjaring tangis
dengan jari jemari kaku

kesalahan terbesarku adalah
percaya pada langit biru yang menyembunyikan kelabu
menggariskan pelangi manis dengan
garis patah-patah layu

namun kini,
kumulai pahami semua itu
ketika kelopak-kelopak hidup
terhempas
jadi serbuk-serbuk debu
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

PUISI AYU HANSAH



PEREMPUAN SENDIRI MENGURAI SEPI


kau tahu wahai air mataku
,
di sini perih mengeja, bulir-bulir basahmu
impianku yang indah terbentang namun semu
mengejek penuh sia-sia
menggapai pecah-pecah galau yang tersapu
kau panah kata-kata jadi sepekat abu
dan demikianlah penuh rahasia yang malu-malu

dan kau tahu wahai air mataku,
aku perempuan sendiri mengurai sepi
menghitung bahagia dalam waktu yang berbatu
begitu payah di sini
dalam koyak moyak pilu
dan cintaku,
makin habis tangis
mengenang rindu yang rapuh
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

PUISI AYU HANSAH




BERBISIK PADA MIMPIKU

aku cuma bisa berbisik
diam-diam mengagum tapi kata-kataku
lepas dalam hempas

dan mimpiku adalah butir-butir palsu
dengan tangan kaku
menengadah dan pulang dengan degup ragu

begitulah waktu memisah

melagukan rindu yang terpekur bisu
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

PUISI AYU HANSAH



BIDADARI DALAM RAPUH SUNYI


bidadari dalam rapuh sunyi
[begitu] asyik mengerami luka sendiri

tanpa gurat senyum
yang dulu jadi dongeng-dongeng indah

penuh sejarah

menitik kagummu kala itu
tapi [kini], dalam alam merdekaku
[begitu] payah mengiba
menjalin rupa-rupa duka air mata


ya,
bidadari [rapuh] di sini

pulang dengaan kelabu senja


11 Januari 2010

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

PUISI AYU HANSAH

GARIS-GARIS NESTAPA

di sini perih mengeja kata
kata-kataku termakan usia
mewarnai musim sepanjang duka

dalam rasa merah hatiku

bernama luka labirin jiwa


garis-garis nestapa
tanpa titik koma

meneteslah serbuk air mata

bercampur resah dan kecewa

bagai bocah kecil yang mengemis pada nasibnya
dalam tatap yang tak lagi jenaka

dalam senyum lamat patah rasa
terbanglah bersama malaekat
membawa anganku

sampaikan perihku di sini

ketika tiang-tiang cuaca tak lagi peduli


10 Januari 2010
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

PUISI AYU HANSAH

MEREDUP CAHAYAKU SERIBU TAWA

dengan sayap patah
meredup cahayaku seribu tawa
berganti duka di sini
dengan bulir basah air mata
menjejaki sesal tanpa sudah

terpojok sendiri
dalam muram cuaca
lukaku perih disiram hujan dan air garam
tanyaku atas seribu sangsi
namun sia-sia

telah cukup hukuman bagiku
tanpa rekayasa aku mengadu
tunduk resah dalam pilu

09 Januari 2010
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

PUISI AYU HANSAH


BERSAMA HUJAN


kali ini, aku kupu sendiri
mengurai sepi

bertahun berzaman
melakukan serangkaian perjalanan
dalam hujan yang kebasahan
saat ilalang merunduk merendah
dalam hempas kedinginan

begitulah sore menyapa dengan iba,
bertanya:
kemanakah cahaya keemasan dengan sengatnya?

tapi betapa ajaibnya
di tempat lain tempat yang berbeda
begitu kering bersih dikilap senja jingga
melintas pergi tanpa sia-sia

07 Januari 2010
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

PUISI AYU HANSAH


KETIKA KECEWA MENJADI BEGITU AKRAB

bersama janji yang tak pasti aku kecewa

bersama hari yang letih lagi-lagi aku kecewa
adalah bagian dari ujian mungkin juga teguran
begitu sakit hati dengan luka berbusa-busa
begitu perih disini ketika semua mendadak hampa

penantianku ibarat nestapa
begitu segan berdamai dengan tawa
tawaku lenyap dan masa-masa menjadi kelabu adanya
aku menangis
ya,

sekali lagi dengan hujan riuh topan dan angkara


dengan kecewa aku berkata
bermandilah duka
marahlah dengan mengiba
mengeluh dengan rona tetes air mata
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

PUISI AYU HANSAH


MASIH TENTANG MIMPI [DI SINI]


dengan sayap basah kupu rindu aku bermimpi:
menghirup daun keping-keping salju

menaburi garam dan jatuh dalam senyap laut biru

kujelajahi lanskap langit yang eksotis dan pulau-pulau
yang megah
di atas sana

dengan secangkir mimpi yang lahir dari bibirku

kubisikkan ranum kata-kata

dan membiarkan impianku terus bernyanyi...
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

PUISI AYU HANSAH



MAKHLUK BERNAMA INSPIRASI


ideku mengambang tidak karuan

begitu tawar tak sanggup untuk kuundang
begitu khianat meninggalkanku dalam bimbang


aku tak punya kata di sini begitu pun bunyi-bunyi bahasa yang tiba-tiba berhenti berdenting
jadi hening

aku melihanya meloncat
memantul berkali-kali

pelan-pelan bersembunyi di balik tembol kamus tebal kosa kata
memanggil-manggil dengan lirih
mengajakku bermain seperti masa kanak-kanak

atau berlari mengejar seperti cinta yang remaja

haruskah aku yang mengalah?

tiba-tiba ia menyentak resah
keluar dari balik kisah dan peristiwa

membelaiku ketika marah bergeser ke sisi bergelayut manja
aku pun tertawa,
rupanya ia butuh untuk kutuliskan juga
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS



Catatan Hari Ini




wajah itu muncul di tengah majlis yang putih

ada yang aneh dengan hatiku, berguncang sedikit, tak sanggup menutupi rasa haru

ada kegembiraan yang meluap, ada rasa iba yang menguap

tapi kadang tak sanggup kubujuk ego, kuasa, angkuh diri

kepekaan pun timbul tenggelam mengumpatkan caci

begitu selang-seling dalam pendar warna-warni

tapi sekali lagi aku tak peduli

sedangkan senyum mengejek begitu saja sambil melangkah pergi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

"Tentang mereka yang acuh"

DIAM


kebisuannya membuatku tersentak marah
tanpa ekspresi dengan pandangan kosong
menatap hampa

kulihat sosoknya berdiri tepat di depan muka
namun kuyakin
pikirnya terbang entah kemana

haruskah kubangun tebing tinggi
mencurahkan hujan maki kata-kata
menghalaukan segala tegur sapa
melupakan hakikat diri yang sebenarnya

bingung aku tak sanggup bersikap
marahku
teriakku pada langit tak berhamba
tapi...
kusadari lagi,
tak patut aku mendendam sekian lama

Desember 2009
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

PUISI-PUISI AYU HANSAH

DILEMA

aku terduduk sunyi di sini
meski sekelilingku riuh
dekapku dalam seribu kesunyian
dilemaku membayang-bayang
antara satu dua pilihan
antara jalan yang ke kiri dan yang ke kanan
aku mencari celah untuk segala kebenaran
tapi warna itu,
semakin kelabu dalam pandangan


KESEDIHAN ITU

hidup dan kesedihan itu
terbenam sudah di celah batu
bagai perahu di tengah lautan
lembah terjal dan pinggir hutan
karam tangis di ujung senja
sedang luka telah lama meraja


SEPANJANG HARI

setiap hari
lidahmu bergerak tanpa pernah terkunci
hati mengeras mata terasa tertutupi
menerawang dan hidup merasa kurang
ambisi tiada henti kau kejar
telinga mengeras ada rasa tak senang
dengki dan kebencian telah lama berakar


MENGGUGAT DIRI DI KACA


aku yang hanya puing-puing dari dermaga
manakala senja
menyendiri, meremah dan menghilang
kemana sepi yang dulu memayungi
hujan yang menusuk gigil di pipi
dan kemanakah senyuman
yang dulu berbagi nyali?
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

KUMPULAN PUISI ANYER



KESENDIRIAN

aku mengumpulkan kulit kerang
sebagaimana aku menyulam serpihan kenangan

angin kencang
menderuku dari belakang

betapa keras ombak
mengejekku penuh kemenangan

kerinduan kutelan dan kumuntahkan
secara bersamaan
betapa curang waktu
tak membiarkanku lama bertahan

Anyer, Juli 2009



AKU IRI


aku iri, pada langit yang demikian terang memayungi samudra kala itu
aku iri, pada air penuh yang demikian bebas berkelana di pantai itu

Anyer, Juli 2009


TERHEMPAS

kuhempaskan diriku ke laut
sebagaimana ombak yang datang
menggulung batu-batu terjal

kulemparkan pikiran
sebagaimana nelayan
membuang jaring
membendung ikan-ikan

kutuangkan beban
yang selama ini menghimpitku
dengan kejam

tak peduli sekitar
yang semakin jauh
meninggalkanku ke belakang

aku terus maju
matahari pun mengiringiku
tanpa malu-malu

sekejap aku bisa
bernafas lega
terima kasih laut
telah berbagi rasa denganku

Anyer, Juli 2009



KERIANGAN ADIKKU

aku lihat adikku bercengkarama dengan laut
tak menghiraukan gelombang besar
yang menerjang

senyumnya lebar
begitu berani
menantang ombak yang datang

pekiknya lantang
dengan kaki telanjang
membentuk pasir berlubang-lubang

aku iri padanya
demikian riang
menikmati kebebasan

Anyer, Juli 2009


SELAMAT TINGGAL

birunya…
biru yang kurindukan
biru yang selalu kukenang

rasanya tak ingin pulang
bermain dengan ombak
menelan asin air garam
terhempas ke pasir
bercampur serpihan kerang

tapi aku harus pulang
berpamitan pada hari menjelang siang
pada langit terang
pada gelombang tak berkesudahan
pada angin kencang
pada ikan-ikan yang berenang
pada laut tenang
birunya…
birunya…

Anyer, Juli 2009
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
BERONTAK

Perasaanku,
adalah gelombang besar yang terlepas dari lautnya
menghempas tajam
menubruk dinding pepohonan
riuhmu didengungkan
tapi aku tak peduli
coba melempar, batu, kail, sampan
berteriak menembus kebisuan
menjauh pada keangkuhan
karena aku tak ingin terinjak, terhempas dan tertingal
maka cibiran,
kuanggap menjadi angin lalu
menjauh, mengerang, dan menghilang
dan aku semakin paham
bagaimana harus bertindak dan berjuang!

November 2009
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

AIR MATA

aku datang
pada tempat terakhir
melewati lapangan parkir
menembus gerimis yang getir

tangis dan mata-mata yang berkaca
menyambutku dengan pelukan hangat
menyentuh jiwa

sore itu semakin pucat tanpa tawa
kuhadapkan wajah
menyelingi waktu besuk yang hampir tiba

setelah itu, kulihat sosoknya
teronggok tak berdaya
dan sekali lagi,
mengalirlah bulir-bulir air mata

doa-doa pun berguguran
mengiringi bekas luka,
lebam wajah dan remuk tulang yang menderita

kasihi dia ya Allah
pulihkan ia dengan obat-Mu
yang paling mujarab sepanjang masa

Kota Hujan, 17 November 2009

Puisi ini kupersembahkan untuk muridku Habibah... semoga lekas sembuh!
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

YANG TELAH PERGI


kemanakah hawa dingin di waktu itu
yang menggelayut pada malammu

kemanakah kenangan
yang terpantul menjadi satu
pada kedua bola matamu

dan harus kemana lagi kucari
seluas cakrawala ikut bertepi
menghantar luka
kepergianmu…
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

TENTANG MASA DEPAN


langit setelah hujan
mengabarkan
masih ada mimpi tersimpan
mimpi untuk masa depan

bunga-bunga yang basah
tak lagi gelisah
membawa kisah
masa depan yang indah
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS